Mahar Politik, Gagalnya Mewujudkan Pemimpin yang Merakyat
BANDAR CEME - Fenomena mahar politik bagi calon kepada daerah yang akan diusung oleh partai politik, sebagai dampak dari gagalnya partai menciptakan kader calon pemimpin yang merakyat. Jika calon yang diajukan sangat dekat dengan rakyat, maka biaya politik tidak perlu banyak, bahkan tidak perlu meminta mahar. Karena rakyat dengan kesadaran sendiri memilih tokoh yang dekat dan dipercaya, tanpa harus diiming-imingi uang.
"Kalau tokoh yang diajukan merupakan kader sendiri, dan sudah sangat dekat dengan rakyat, maka dengan mudah tokoh tersebut dapat dukungan oleh kader dan masyarakat umum. Sehingga biaya yang dibutuhkan untuk bersosialisasi tidak begitu mahal," unggap Pengajar Sosiologi Fisipol UGM, Dr Ari Sudjito kepada KRJOGJA.com, Minggu (14/1/2018).
Diakui Ari, saat ini rakyat teracuni dengan perilaku money politics. Periliku itu juga ditularkan oleh partai dan kadernya. Mereka baru mendekati rakyat ketika membutukan dukungan, yakni saat Pemilu legislatif dan Pilkada. Karena itu, ketika saatnya mereka membutuhkan, rakyat pun meminta sesuatu kepada calon atau partai.
Berbeda jika kandidat yang dicalonkan, merupakan orang yang selama ini dekat dengan rakyat dan telah terbukti membela rakyat, maka dengan mudah mereka akan memberikan dukungan, tanpa meminta mahar.
Persyaratan mahar ini jika dibiarkan akan bermpak kurang baik bagi upaya menyediakan pemimpin di daerah. Apalagi sesuai ketentuan UU, maka calon kepala daerah seakan harus lewat pintu partai politik. Kalau melewati jalur independen, syaratnya sudah lebih berat.
Karena itu, fenomena mahar bisa berdampak pada terganggunya penyediaan calon pemimpin yang pintar. Banyak mereka yang pintar, tapi tidak mempu membiayai mahar, membuat mereka enggan mendaftar.
Ari juga menyoroti minimnya kader partai politik yang dapat diusung partai politik. Karena itu, partai justru menggandeng orang lain yang memiliki prestasi baik. "Saya melihat partai memang kurang serius dalam memperhatikan kaderisasi, terutama menyiapkan pemimpin yang bakal menduduki jabatan politik. Selain degradasi ideologi yang dipakai sebagai pegangan, pola manajemen organisasi juga buruk.
"Untuk menjadi organisasi demokrasi, sudah menjadi kewajiban parpol untuk berbenah," ujarnya.
Ketua DPW PAN DIY, Nazaruddin menilai berkurangnya kader atau sedikitnya kader yang muncul dalam bursa Pilkada karena dampak dari Pilkada langsung. Diakui atau tidak, Pilkada langsung berkorelasi dgn pembiayaan yang tinggi.
Inilah yg menjadi kendala dari mayoritas kader partai. Untuk bisa maju dalam bursa Pilkada tidak cukup dengan modal ketokohan saja. Ketokohan memang syarat pertama. Tapi sistem pilkada langsung faktor pembiayaan memegang peran penting. Dalam beberapa kasus memang masalah pembiayaan pilkada ikut ditangani oleh partai. PAN di DIY sering melakukan hal ini.
Banyak kader partai yang punya kualifikasi untuk disodorkan dalam bursa Pilkada terkendala masalah ini. Persoalan lain tentang aturan seorang anggota dewan harus mundur dari jawabatannya ketika ditetapkan sebagai calon juga berpengaruh. Sementara untuk jabatan lain cukup cuti.
Mengenai dampak adanya kunker terhadap ketersediaan calon pemimpin, tidak secara langsung berpengaruh. Namun kunker berpengaruh pada kinerja anggota dewan. Bayangkan, bagaimana para anggota legislatif itu dapat melaksanakan fungsinya dgn baik, kalau dalam setahun yang 365 hari, dia efektif bekerja di kantor hanya sekitar 125 hari, bahkan kurang dari itu. Sementara tugas-tugasnya untuk melaksanakan fungsi legislasi, kontrol, dan budgeting begitu menumpuk. Jangan heran kalau produk lagislasi yang dicanangkan sering tidak tercapai.
Sedangkan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy menilai Pilkada adalah pertarungan figur, bukan struktur partai. Jika ketokohan seseorang itu kuat, maka bisa saja dia di atas seluruh kader struktural sebuah partai. Di jaman old, hal ini tidak terjadi. Karena tidak ada saluran mempopulerkan seseorang figur kecuali melalui partai politik atau jabatan publik. Namun seiring dg massifnya medsos dan literasi internet, siapapun bisa 'from no one become some one'.
>>>>> BANDAR CEME <<<<<
Promo Bonus Special IndoPK.com
1.Bonus Hadiah Promo Natal Dan Tahun Baru
2.Bonus TO ( Turn Over ) 0,5% Setiap Minggunya
3.Bonus Referal 10%
4.Bonus New Member 10% ( Minimal Deposit 25.000 )
5.Minimal Deposit Cukup Rb 10.000
6.Bonus Ha diah Domino QQ 5X Lipat





0 komentar:
Posting Komentar